terik matahari

Senin ini melelahkan. fisik dan mental. Thingking about my financial crisis. Berdoa agar memang benar kenaikan gaji dan pembagian bonus bulan juni. Sementara menunggu saat itu apakah gue akan kuat? apakah gue akan bertahan? Event2 besar akan mulai berjalan. Peak season. Love, where are you? 

Kemarin gue kembali menemukan buku tulis yang berisi puisi2 yang pernah gue buat sekitar tahun 1998. Saat reformasi. Puisi-puisi bernada sosial, bukan cinta karena gue belum mengenal cinta.Saat dimana gue merasa kuat hidup tanpanya. Ingin gue memposting puisi-puisi tersebut. Untuk mengenang apa yang terjadi saat itu, apa yang gue alami saat itu. 12 tahun sudah berlalu. 

Masih ingat awal dari segalanya. Laporan dari radio Prambors tentang keadaan yang sedang terjadi di Trisakti. Sementara gue mendengarkan dari rumah, mencoba menfokuskan diri pada ujian tengah semester. Keesokan harinya semua semakin menjadi. Tanah kusir dipenuhi mahasiswa yang ingin mengantarkan para korban ke tempat peristirahatan mereka yang terakhir. Bus gue yang biasa melewati jalur itu harus mencari jalan alternatif. Keesokan harinya gue tidak ke kampus karena tidak ada jadwal ujian. Tapi keadaan semakin parah. Teman gue yang harus masuk hari itu, siangnya terpaksa berjalan kaki dari blok m ke rumah dia di ciledug. Jakarta rusuh. Memnatau dari televisi. Anteve saat itu yang paling berani peliputannya. Tidak ada Metrotv atau TVone. 

Untuk kemudian seterusnya yang gue ingat adalah radio prambors memutar lagu-lagu lama. Tanpa ada iklan sama sekali. Majalah hai berubah drastis menjadi tipis, dengan iklan yang sedikit. Mereka banyak mengasih bonus poster pin up :p. Demo-demo masih berlanjut. Mahasiswa-mahasiswa masih terkapar di beberapa tempat. Saat itu gue kira situasi akan membaik dalam 5 tahun. GUe mengganggap mengada-ada jika mendengar para pakar mengatakan kita akan pulih dalam waktu 10 tahun.

12 tahun sudah, apakah kita sudah pulih teman?

Comments

Popular Posts