Dentist this day

Gue punya masalah dengan gigi - gigi graham bungsu gue. Mereka tumbuhnya miring. Karena miring, susah bagi gue untuk membersihkannya. Akhirnya berlubang. Seperti yang terjadi sekitar 10 tahun yang lalu, saat gue kuliah. Gigi graham kanan bawah terpaksa dicabut karena sudah boleh besar dan menimbulkan sakit yang mengganggu. Tapi saat itu pencabutan gigi graham bungsu, ayng miring pula, tidaklah gampang. Tidak bisa dilakukan di dokter gigi puskesmas. Harus dilakukan di dokter gigi RS Gatot Subroto. Dan itu termasuk operasi kecil. Setelah dicabut harus dijahit bagian gusi yang dirobek.

Jadi saat tahu gigi graham bungsu kiri atas gue berlubang dan sering menimbulkan senut-senut, gue memutuskan harus mencabutnya juga. Tapi dimana? Gue gak mau lagi ke dokter gigi di dekat rumah. Tahun lalu gigi gue yang juga sudah berlubang besar tidak dia cabut melainan ditambal. Proses penambalan juga tidak sekali jalan. Dua kali gue ke sana. Dan ternyata ahsil tambalannya juga tidak bagus. BEberapa bulan kemudian tambalannya hancur. Gue masih toleransi. Dia menambal lagi gigi yang lubangnya semakin besar itu. Hanya bertahan lebih lama beberapa bulan dari tambalan pertama. Setelah itu lepas. Entah kenapa dia tidak mau menambal gigi gue itu. Apa dia tidak bisa mencabut gigi yah?

Sudah 2 tahun ini setiap gue jalan kaki pulang dari kantor gue melewati sebuah area ruko yang salah satu penyewanya adalah seorang dokter gigi. Tidak tanggung - tanggung namanya Drg. Ian Flemming. Seperti nama pencipta karakter James Bond. Alasan gue ke sana adalah karena dekat kantor. Jam kerja gue yang selalu pulang di atas jam 6 embuat gue sulit untuk mendatangi dokter lainnya yang jauh. Jadinya senin lalu (22/8) gue datang ke sana. Gue jalan dari kantor jam 4. Ternyata jam bukanya mulai dari jam 5 sore. Dan ternyata pula selama Ramadhan dia buka setelah magrib. HAduh, jadinya gue bengong di emperan rukonya selama lebih dari 2 jam. Masuk angin deh.

Akhirnya beberapa menit selepas azan magrib doi datang. Naik ojek. Gue kira naik mobil canggih seperti halnya james bond heheheh. Sampai di ruang prakteknya gue terpana. Peralatannya lengkap. Kursinya besar. Setelah diperiksa diputuskan gigi gue itu harus dicabut. Keduanya. Baik yang graham bungsu maupun graham sulung yang sudah tinggal akarnya itu. Tapi tidak hari itu. Karena gigi gue masih suka berasa sakit. Makanya gue diberi obat anti biotik dan pain killer. Hari itu yang gue lakukan adalah membersihkan karang gigi bagian bawah. Lumayan lah jadi bersih gigi gue. Karang giginya sudah mulai hitam, di gigi bagian depan pula.

Rabu (24/8) gue kembali lagi untuk pencabutan gigi. Deg - degan gue. Dah lama tidak cabut gigi. Masih terbayang saktnya saat jarum suntik menusuk gusi. Tapi ternyata tidak. Setelah gue menenangkan diri, dokter itu mulai memasukan sebuah alat ke mulut gue dan menekan - nekankan ke gigi dan gusi. Gue kira dia hanya memeriksa kondisi gigi tapi ternyata itu alat suntik baru. Hanya ada 1 saat yang agak sakit sedikit. Entah diapain itu gak jelas. Dan setelah memasukan beberapa tang akhirnya lepaslah gigi graham bungsu itu.

Lega yah kalau rasa sakit itu sudah hilang. Sekarang tinggal tunggu saatnya mencabut gigi yang tinggal akar itu. Dan membersihkan sisa karang gigi. Soalnya dokternya tutup 1 minggu selama Lebaran. DAn ternyata kemajuan teknologi dunia perdokteran gigi membuat mencabut gigi tidak menyeramkan lagi.

Eh ada websitenya: http://drgianflemingt.com/

Comments

Popular Posts