Demam Berdarah, 2nd Encounter

Hi Learning fish, how are you?

I'm fine. under ecovery sih. yaahh gitu deh, gue kena demam berdarah lagi. 
Berawal dari sakit beberapa hari yang lalu. Lalu kemudian sembuh lagi tapi kondisi badan gue masih lemas. Kemudian kamis malam tanggal 22 November, hujan lebat membuat jalan-jalan di sekitar kantor gue tergenang banjir cukup tinggi. Untuk pulang gue harus menerobos genangan air itu. dan saat itu malam hari sekitar pukul 10. Jumatnya gue dapat cuti pengganti dari masuknya gue saat cuti bersama minggu sebelumnya. Akan tetapi badan gue panas lagi. Kemudian reda lagi. Sabtu dan Minggu, badan gue panas dingin. Gue mulai curiga. Ada yang gak beres dengan badan gue.

Senin, 26 November gue ke dokter di klinik 24 jam. Di sana gue dirujuk ke RS untuk periksa darah. bagai kerbau dicocok hidung, gue nurut aja disuruh periksa darah di rumah sakit yang menjadi rujukan resmi klinik 24 jam tersebut. Rs nya Jakarta Medical Center di jalan Buncit. Dekat kantor gue. Dua jam perjalanan bolak balik. Lemes. Dan hasil lab trombosit gue 141.000 sementara untuk normalnya trombosit adalah 150.000. Disuruh opname, tapi dokter itu bilang kalau mau dirawat di rumah gue harus banyak minum. 3 liter perhari. Dengan mempertimbangkan biaya, melihat trombosit yang tidak terlalu banyak turunnya, dan belum lama ada sepupu yang kena demam berdarah juga tapi dirawat di rumah saja, maka gue memutuskan untuk dirawat di rumah saja. Aqua 1,5 liter sudah gue pesan sebanyak 1 lusin.

Tapi ternyata rawat di rumah tidak segampang yang gue duga. Gue memang rajin minum tapi nampaknya membuat gue malas untuk makan karena perut sudah kembung. Belum lagi meriang yang selalu datang di malam hari membuat gue sulit tidur. Akhirnya Kamis gue memutuskan memeriksakan darah lagi dengan ditemani tante gue. Kali ini di RS Dr. Suyoto, di jalan RC veteran. Tidak begitu jauh dari rumah gue. Benar saja, trombosit gue turun lagi, kali ini di level 128.000. Dan sejak hari itu diputuskan gue dirawat di rumah sakit. Dan infus pun kembali dipasangkan ke badan ini. 

Gue ditempatkan di kamar dengan 2 pasien termasuk gue. Kamis malam, pasien sebelah gue akan dioperasi. Selesai operasi jam 12 malam, gue terbangun karena mereka cukup memebuat gaduh kamar. Dan gue kembali sulit tidur karena kepala gue kembali pusing. Sebenarnya anatara due tempat tidur pasien ada 1 tv dan 1 dofa yang menjadi ruang tunggu untuk penunggu kedua pasien. Mungkin karena dilihatnya gue tidak ada yang menemani, jadi ruang itu mereka pakai sepuasnya. Pasiennya lelaki dewasa, tapi ditemani oleh 2 orang, istri dan kakak perempuannya. ampun dah. Gue semakin tidak nyaman untuk beristirahat, apalagi mereka cukup ribut. Untunglah pasien itu sabtu pagi sudah boleh pulang. Fiuh leganya gue. Bisa beristirahat dengan tenang. Pagi hari sodara-sodara gue beberapa datang berkunjung dan juga nyokap gue. Sekali Adit datang bersama istrinya.

Tujuh tahun lalu saat gue menderita demam berdarah juga, suplement yang dianjurkan orang-orang adalah jus jambu klutuk merah dan ankak. Kabarnya dapat mendorong tingkat lajunya trombosit.Kali ini yang jadi trending untuk suplement adalah Sari Kurma. Bentuknya seperti syrup kental dan rasanya manis sekali. Rasa kurma. Gue harus menghabiskan 1 botol dalam 2 hari. Meski manis tapi jadinya eneg. Beberapa orang masih menyarankan jus jambu, ankak, obat cacing, pocari sweat bahkan susu. Anehnya dokter hanya menyarankan gue untuk banyak minum dan makan yang teratur.

Ternyata saat ini infus bisa dilepas sementara dengan tetap jarum di dalam sehingga pasien bisa mandi. Dan mandilah gue pada minggu pagi. Mengganti baju dan flanel yang gue pakai sejak pertama masuk ke rumah sakit. Padahal sebelum masuk ke rumah sakit gue pun sudah tidak mandi selama 2 hari hihihi.

Trombosit sempat naik di sabtu pagi, akan tetapi kembali turun pada minggu pagi. Entah apa penyebabnya, mungkin karena nafsu makan gue yang masih kurang. Kelihatan dari jatah makan yang tidak gue habiskan. Padahal makanan yang dihidangkan cukup enak. Belum lagi sari kurma. Sempat putus asa akan trombosit yang turun dan pusing yang selalu menyerang di malam hari. Gue kemudian berusaha menghabiskan semua makanan yang diberikan. Banyak minum dan untuk emnghilangkan pusing dan pegal gue berjalan-jalan di ruangan dan melakukan beberapa peregangan. Alhamdulillah Senin pagi test darah memperlihatkan trombosit gue yang naik cukup drastis di level 140000. Saat dokter datang gue diperbolehkan pulang hari itu juga. JAdinya Senin siang hari gue meninggalkan rumah sakit.

Hari ini gue masih recovery di rumah. Besok check up lagi ke rumah sakit itu. Semoga hasilnya bagus. Gue agak cemas karena hari ni gue jalan keluar untuk mengambil uang di ATM karena pompa air rusak, kena angin lagi. Kena air dingin. Belum lagi dari pagi hingga malam ini sudah terlibat dalam kerjaan kantor.

Comments

Popular Posts