Barang Antik

Kemarin, saat gue sampai rumah gue mendapat kabar bahwa barang-barang percetakan Papa sudah dijual. Agak mengejutkan juga karena ternyata ada yang membelinya. Sebenarnya rencana itu sudah tercetus sekitar 1 tahun yang lalu. Gue disuruh mencari siapa saja yang kiranya mau membeli besi tua itu. Peralatan cetak Papa itu adalah alat cetak manual. Yang terbuat dari besi padat yang sangat berat. Untuk mengoperasikannya, kita harus menarik tuas dengan tenaga ekstra. Hampir sama dengan memompa air. Ada dua mesin itu. Gue pesimis ada yang mau membelinya. Dan gue pun agak tidak rela jika harus menjual alat cetak itu. Gue tahu alat itu sudah langka dan pastinya punya nilai sejarah yang tinggi. Gue punya impian suatu saat nanti saat gue sudah memiliki rumah yang cukup besar gue akan memajang alat cetak itu di sebuah ruang khusus dengan penerangan yang khusu pula, seperti halnya sebuah museum.

Mungkin itu impian yang terlalu muluk. Entah kapan gue akan bisa mempunyai rumah yang besar. Mungkin Papa juga sudah lama melepaskan impiannya akan usaha percetakannya. Meski papan nama Nassa Reklame dan Percetakan masih terpajang di depan rumah. Entah apa yang membuat Papa dulu memilih membuka usaha percetakan. Apakah sesuai dengan passion dia? Yang gue tahu dia dulu sekolah akuntansi dan bekerja sebagai akuntan. Tidak jauh dari gue kan? Apakah gue harus melepaskan impian gue juga nantinya?

foto ini bukan foto alat cetak Papa sebenarnya. Hanya penggambaran semata.

Comments

Popular Posts