Komunikasi yang dimengerti

The rest of 2013 is not gonna be easy for me.

Malam ke dua nginap di kantor saat weekend. Ada 2 project yang menjadi deadline senin. Satu event satu lagi well, baru awal. Tapi semua menjadi bentrok karena seperti biasa lah, last minutes event selalu ada revisi. Dan yang menyebaalkan komunikasi masih aja menjadi penghadang.

Di project baru, saat client menyampaikan kritikan akan design mereka tidka bisa memberikan feedback yang jelas. Mereka sendiri bingung bagaimana menjelaskannya. Tapi di sini sebagai agency, bilang saja mengerti dan nanti mencoba dicerna berkali-kali apa maksud dari client itu. Akibatnya antara AD dan SAE beda opini. Jadinya pengerjaan design berkepanjangan. 

Sering kali dari Team AE ketika meeting dengan client, mereka mendengar an menghapal apa kata client (khususnya dalam hal design) lalu ketika sampai kantor buru-buru menyampaikannya kepada designer tanpa memperhatikan kalau designernya juga sedang bekerja. Bagi mereka asalkan apa yang diomongkan client sudah disampaikan ke design, itu sudah cukup. Tinggal designer s\yang manyun, mutar otak, mencerna lagi apa yang dimaksud client itu. Demikian juga komunikais dengan vendor. Dengan alasan hal yang menyangkut teknikal, komunikais dilimpahkan ke gue. 

Gue jadi ingat permainan kata berantai dimana beberapa orang berbaris berjauhan, dari oran gpertama menyampaikan sepenggaal kalimat, yang kemudian diteruskan kepada orang di sebelahnya dan kemudian orang di sebelahnya membisikan ke orang di sebelahnya lagi , terus menerus hingga orang di barisan terakhir menyampaikan apa yang mereka dapat dari hasil bisikan itu. HAsilnya bis ajauh berbeda. Hal itu bisa terjadi jika hanya mengandaalkan menghapal kata perkata tanpa memahami arti dna maksud dari kalimat itu. Yah, kayak gitu deh yang terjadi di sini. Padahal dulu setiap habis meeting diwajibkan membuat laporan tertulis mengenai hasil meeting. Sekarang mungkin karen aterlalu sibuk yah. Oh ya?


Comments

Popular Posts